Sejarah & Profil Singkat SMADITA

SMAS Diponegoro Tumpang (SMADITA) bernaung di Yayasan Diponegoro Tumpang. Pada awal berdirinya 17 Juli 1980 hanya memiliki tiga ruang kelas dan sarana prasarana yang masih sederhana, siswanya sekitar tiga puluh. Berdirinya lembaga ini diprakarsai oleh KH. Masyhudi, Drs. Mahadjid, Drs. H.Mashuri (foto: kiri ke kanan).

Tahun 1982, status SMAS Diponegoro Tumpang mulai “DIAKUI” dari sebelumnya yang masih “TERDAFTAR” dan pada tahun 1989 statusnya berubah menjadi “DISAMAKAN” sampai akhirnya statusnya menjadi “TERAKREDITASI A” pada tahun 2007 sampai sekarang. Tahun 2009 dipercaya menjadi SMA Swasta berstatus Sekolah Standar Nasional.

Mulai tahun 2008 SMADITA mempunyai program keterampilan kemudian tahun 2013 berubah nama menjadi program pendidikan terpadu life skill (memadukan: pembelajaran agama, umum, keterampilan dan kewirausahaan) sekaligus menggandeng stake holder diantaranya Balai Latihan Kerja Industri Singosari (BLK Singosari) dan Balai Latihan Kerja Pertanian Wonojati (BLK Wonojati) Disnaker provinsi Jawa Timur. Tahun 2018 program berganti nama yang sekarang dikenal dengan istilah program Double Track. Double track merupakan program peningkatan mutu pendidikan SMA yang dicanangkan Gubernur Provinsi Jawa Timur termuat dalam Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 139 Tahun 2018. Pelaksanaan program ini materi dan peraktek keterampilan disampaikan pada kelas keterampilan yang masuk pada kegiatan intra sekolah dan juga pelatihan kerja & kewirausahaan.

Dengan mengharap ridho Allah SWT, sampai sekarang terus membangun dan berkembang. SMAS Diponegoro Tumpang merupakan sekolah menengah umum yang memadukan pendidikan islami, umum, keterampilan dan kewirusahaan yang menjadikan SMADITA menjadi sekolah yang LEBIH BISA – BISA LEBIH.

Bagikan informasi ini: